Minggu, 17 Mei 2009
Sejarah Batik Solo dan Batik Yogyakarta
Menjadi menyebar terutama di Pulau Jawa, sekitar 17th, 18th, 19. Abad. Untuk pertama kalinya, ia baru saja menjabat sebagai hobi untuk puri keluarga. Selanjutnya, ia digunakan sebagai komoditi perdagangan di masyarakat. Batik Solo yang terkenal dengan desain dan pola tradisional terutama untuk kedua cap dan handwritten proses. Untuk pewarna, bahan yang digunakan adalah masih tetap menggunakan produk dalam negeri seperti soga Jawa - ia telah dikenal sejak lama saat-pola yang digunakan adalah "Sidomukti dan Sidoluruh".
Mengenai asal produksi batik di Yogyakarta, telah dikenal sejak Pertama Kerajaan Mataram, yang diperintah oleh Panembahan Senopati. Mantan telah dilaksanakan di desa Plered - hanya untuk puri keluarga yang kedua, ia menyebar ke pengadilan pelayan dan pasukan. Pada upacara resmi, anggota keluarga istana yang memakai pakaian dalam kombinasi antara batik dan lurik. Dengan demikian, orang-orang tertarik pada apa yang dikenakan dan mereka kemudian ditiru mereka. Ini sebabnya batik menjadi turun ke bumi.
Mengenai asal produksi batik di Yogyakarta, telah dikenal sejak Pertama Kerajaan Mataram, yang diperintah oleh Panembahan Senopati. Mantan telah dilaksanakan di desa Plered - hanya untuk puri keluarga yang kedua, ia menyebar ke pengadilan pelayan dan pasukan. Pada upacara resmi, anggota keluarga istana yang memakai pakaian dalam kombinasi antara batik dan lurik. Dengan demikian, orang-orang tertarik pada apa yang dikenakan dan mereka kemudian ditiru mereka. Ini sebabnya batik menjadi turun ke bumi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar